[t4b-ticker]

Sekda Raja Ampat Bacakan Sambutan Bupati pada Penutupan Konas FKPKB-PGI ke-19

 

LP HAM RI News, WAISAI, RAJA AMPAT — Jumat, 11 September 2026 — Rangkaian Konferensi Nasional (Konas) Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa (FKPKB) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) ke-19 di Kabupaten Raja Ampat resmi berakhir, Jumat (11/9/2026).

Penutupan Konas berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan persaudaraan. Kegiatan yang mempertemukan para pria kaum bapa dari berbagai sinode dan daerah di Indonesia itu ditutup setelah seluruh rangkaian agenda dilaksanakan.

Pada acara penutupan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Raja Ampat membacakan sambutan Bupati Raja Ampat selaku Ketua Panitia.

Dalam sambutannya, Bupati Raja Ampat menyampaikan bahwa Konas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari perjalanan iman, pelayanan, persaudaraan, dan kebersamaan umat.

Pertemuan yang berlangsung di Raja Ampat tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah agenda nasional. Lebih dari itu, seluruh pengalaman dan nilai yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat dibawa pulang untuk memperkuat kehidupan keluarga, jemaat, gereja, dan pelayanan di daerah masing-masing.

Para peserta juga diajak agar apa yang telah dibangun selama berada di Raja Ampat tidak hanya menjadi kenangan.

Semangat kasih, persaudaraan, penghayatan iman, dan perjuangan pelayanan diharapkan tetap dilanjutkan setelah seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing.

“Bukan hanya kenangan, bukan kesalahan, namun perjuangan, tetapi juga membawa pulang kasih dan penghayatan.”
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sambutan yang dibacakan Sekda Raja Ampat.

Kembali kepada Keluarga dan Jemaat
Dalam sambutan itu, peserta Konas juga disampaikan pesan untuk kembali kepada keluarga, anak-anak, jemaat, dan lingkungan pelayanan masing-masing dengan membawa semangat yang telah diperoleh selama berada di Raja Ampat.

Bupati melalui sambutan yang dibacakan Sekda menyampaikan harapan agar perjalanan pulang seluruh peserta berlangsung dengan baik dan senantiasa berada dalam penyertaan Tuhan.

“Selamat kembali kepada keluarga, kepada anak-anak, kepada gereja, dan semua tempat pelayanan Bapak dan Ibu sekalian. Kiranya perjalanan pulang berjalan dalam penyertaan Tuhan.”

Kebersamaan yang telah terbangun selama Konas diharapkan terus dipelihara. Keluarga dan gereja diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, kasih, kepedulian, serta pelayanan kepada sesama.

Raja Ampat Jadi Ruang PersaudaraanPelaksanaan Konas FKPKB-PGI ke-19 di Raja Ampat menjadi momentum penting karena menghadirkan peserta dari berbagai sinode dan daerah di Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan sehingga daerah kepulauan tersebut menjadi tempat pelaksanaan kegiatan nasional.

Bagi Raja Ampat, kehadiran para peserta bukan hanya menjadi bagian dari agenda Konas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan persaudaraan serta memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Pada akhir sambutan, disampaikan pula permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan kepada seluruh peserta.

Para peserta kemudian diharapkan kembali ke daerah masing-masing dengan membawa pengalaman, kasih, semangat persaudaraan, dan komitmen pelayanan yang telah dibangun selama berada di Raja Ampat.

Ditutup dengan Pukulan Tambur Bersama
Setelah seluruh rangkaian acara penutupan selesai, suasana semakin meriah ketika prosesi terakhir dilakukan.

Penutupan Konas FKPKB-PGI ke-19 ditandai dengan pemukulan tambur secara bersama-sama.
Suara tambur menggema sebagai tanda berakhirnya rangkaian Konas yang telah berlangsung di Raja Ampat.

Pukulan tambur tersebut menjadi simbol berakhirnya sebuah perjumpaan, sekaligus pesan bahwa persaudaraan dan semangat pelayanan yang telah dibangun selama berada di Raja Ampat tidak ikut berakhir.

Para peserta meninggalkan Raja Ampat dengan membawa kenangan, pengalaman, kasih, dan semangat persaudaraan untuk kembali diwujudkan di tengah keluarga, jemaat, gereja, dan masyarakat.

Konas berakhir di Raja Ampat. Namun, persaudaraan dan semangat pelayanan diharapkan terus berjalan bersama setiap peserta ketika kembali ke daerah masing-masing.

 

Pewarta : Andi Sofyan

Berita Terkait