LP HAM RI News, Sungguminasa — Pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban terus diperkuat oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan. Langkah tersebut diwujudkan melalui Inspeksi Mendadak (Sidak) dan tes urine yang dilaksanakan Tim Satops Patnal Kanwil Ditjenpas Sulsel di Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Kamis (10/9) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 22.00 WITA tersebut dipimpin Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sulsel, Yohani Widayati, bersama Tim Satops Patnal. Turut hadir Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa beserta jajaran pejabat struktural.
Sebelum pelaksanaan sidak, tim terlebih dahulu mengikuti apel pengarahan. Dalam arahannya, Yohani menekankan bahwa pengawasan bukan sekadar kegiatan pemeriksaan, tetapi bagian dari upaya membangun sistem pemasyarakatan yang semakin disiplin, profesional, dan berintegritas.
“Pengawasan harus dilakukan secara konsisten dan terukur. Kita ingin memastikan seluruh jajaran bekerja sesuai SOP, tetap waspada, dan tidak memberikan ruang bagi setiap bentuk pelanggaran,” tegas Yohani.
Tim Satops Patnal kemudian melakukan pemeriksaan secara acak pada sejumlah kamar hunian di Blok A dan Blok B. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh pada sejumlah titik yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang terlarang, mulai dari tempat tidur, lemari, ventilasi, kamar mandi, lipatan kasur, hingga sudut-sudut kamar. Langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan deteksi dini terhadap potensi masuk dan beredarnya telepon genggam ilegal, praktik pungutan liar, maupun penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan Lapas.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan, Hernowo Sugiastanto, menegaskan bahwa pengawasan harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh jajaran pemasyarakatan. “Pengamanan bukan hanya tugas petugas pengamanan, tetapi tanggung jawab seluruh jajaran. Kewaspadaan, integritas, dan kepatuhan terhadap SOP harus menjadi budaya dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Hernowo Sugiastanto.
Menurutnya, kegiatan sidak dan deteksi dini merupakan langkah preventif untuk memastikan penyelenggaraan pemasyarakatan berjalan aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan warga binaan. “Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif, sehingga pembinaan dapat berjalan secara optimal,” lanjutnya.
Usai pelaksanaan sidak, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine terhadap 14 warga binaan pemasyarakatan. Tes tersebut menjadi salah satu langkah deteksi dini sekaligus upaya preventif dalam mencegah penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di dalam Lapas.
Dalam kesempatan tersebut, Yohani juga memberikan penguatan kepada warga binaan agar menjauhi segala bentuk pelanggaran, termasuk penyalahgunaan narkotika serta kepemilikan dan penggunaan telepon genggam secara ilegal. “Setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk mengikuti proses pembinaan dengan baik. Karena itu, mari bersama-sama menjaga lingkungan Lapas agar tetap aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan jajaran petugas untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas. Pelaksanaan sidak dan tes urine berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Kanwil Ditjenpas Sulsel dalam memperkuat pengawasan internal, meningkatkan kepatuhan terhadap SOP, serta mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel sesuai semangat *PRIMA*.
















