Safri Daeng Ngerho Bawakan Ceramah Takziah 7 Malam Almarhum H. Manriak​ki bin Sarea di Desa Bululoe, Dihadiri Ratusan Masyarakat dan Tokoh Daerah

 

LP HAM RI News, JENEPONTO – Dalam rangka memenuhi amanah keluarga dan masyarakat, Safri, S.Pd., M.Pd., MH Daeng Ngerho, kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jeneponto, membawakan ceramah takziah pada malam ketujuh mengenang wafatnya Almarhum H. Manriak​ki bin Sarea, orang tua dari Muh. Amin, S.Pd., SH., MH., Dekan Fakultas Syariah IAI Al-Amanah Kabupaten Jeneponto.

Kegiatan takziah yang berlangsung di Desa Bululoe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, tersebut dihadiri ratusan masyarakat, jajaran pemerintah desa, para kepala dusun, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah akademisi dari IAI Al-Amanah Kabupaten Jeneponto.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dusun Pangka Je’ne, M. Arman, Kepala Dusun Pangka Je’ne, Asriadi, kepala dusun Punagaya, Saharuddin Dg. Lallo.

Selain itu, hadir pula Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IAI Al-Amanah Kabupaten Jeneponto, Sudarmono, S.Pd., M.Hum., Ketua Program Studi Hukum Tata Negara IAI Al-Amanah, Faizal, S.Sos., M.Si., Jusman dari IAI Al-Amanah, serta Aipda Firman, anggota Polsek Kelara, dan Aiptu Amir Situru.

Dalam ceramah takziahnya, Safri mengangkat tema “Pentingnya Salat, Berbakti kepada Kedua Orang Tua, dan Memperbaiki Hubungan terhadap Sesama.”

Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa salat merupakan kewajiban utama setiap umat Islam dan menjadi fondasi penting dalam kehidupan seorang muslim. Selain itu, berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu amalan yang sangat dimuliakan dalam ajaran Islam, baik ketika orang tua masih hidup maupun setelah meninggal dunia.

Safri juga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga hubungan silaturahmi, mempererat persaudaraan, saling memaafkan, serta menghindari perselisihan antarsesama.

Menurutnya, momentum takziah bukan sekadar berkumpul untuk mengenang seseorang yang telah meninggal dunia, tetapi juga menjadi ruang untuk mengambil hikmah, mengingat kematian, memperbaiki diri, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Semoga melalui momentum takziah ini, kita semua dapat mengambil pelajaran berharga. Mari kita perbaiki kualitas salat, berbakti kepada kedua orang tua, menjaga hubungan kekeluargaan, dan senantiasa berbuat baik kepada sesama manusia,” pesan Safri dalam ceramahnya.

Safri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar Almarhum H. Manriak​ki bin Sarea serta seluruh masyarakat Desa Bululoe atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya untuk menyampaikan tausiah pada malam ketujuh tersebut.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antara masyarakat, tokoh agama, unsur pemerintah desa, aparat kepolisian, dan kalangan akademisi.

Di akhir kegiatan, seluruh hadirin bersama-sama memanjatkan doa agar Almarhum H. Manriak​ki bin Sarea mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kesalahannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan iman.

“Takziah bukan hanya mengenang mereka yang telah pergi, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita yang masih hidup untuk memperbaiki ibadah, menjaga persaudaraan, dan mempersiapkan bekal menuju akhirat.”

Berita Terkait