LP HAM RI News, **Makassar, 20 Oktober 2026** — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan terus memperluas jejaring kemitraan strategis dengan berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi antara Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan, **Hernowo Sugiastanto**, dengan Rektor Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, **Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.Si.**, yang berlangsung di Ruang Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan, Selasa (20/10).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan, serta perwakilan Universitas Andi Djemma Palopo.
Audiensi ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kerja sama antara dunia akademik dan institusi pemasyarakatan. Sejumlah potensi kolaborasi menjadi pembahasan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, penguatan program pembinaan, serta peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan yang lebih profesional dan berorientasi pada kebermanfaatan masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan, **Hernowo Sugiastanto**, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan komitmen Universitas Andi Djemma dalam membangun sinergi bersama jajaran pemasyarakatan. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadirkan gagasan, inovasi, serta pendekatan berbasis keilmuan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
*”Kami menyambut baik kehadiran Universitas Andi Djemma sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor. Kami meyakini bahwa sinergi antara pemasyarakatan dan dunia akademik dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kompetensi petugas, pengembangan program pembinaan, serta menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas dan berdampak bagi masyarakat,”* ujar Hernowo.
Lebih lanjut, Hernowo menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi dapat berkembang menjadi program kerja sama yang konkret, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
*”Kami berharap pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang produktif dan berkesinambungan. Melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan pemanfaatan potensi masing-masing pihak, kita dapat bersama-sama mendorong terwujudnya pemasyarakatan yang semakin profesional, humanis, dan berintegritas,”* tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Andi Djemma Palopo, **Annas Boceng**, menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Ia menilai bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan institusi pemasyarakatan merupakan kesempatan untuk memperluas kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia serta penguatan pelayanan publik.
*”Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kami melihat adanya peluang kolaborasi yang sangat baik dengan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan, terutama melalui pengembangan kompetensi, kegiatan akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang dapat diselaraskan dengan kebutuhan pemasyarakatan,”* ungkap Annas.
Ia juga berharap komunikasi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan dan ditindaklanjuti melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi fondasi awal dalam membangun kemitraan strategis antara Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan dan Universitas Andi Djemma Palopo. Melalui kolaborasi yang terencana dan berkelanjutan, kedua pihak berkomitmen menjajaki berbagai peluang kerja sama guna mendukung transformasi pemasyarakatan yang semakin inovatif, adaptif, dan berdampak nyata.
**Sinergi ini sekaligus mencerminkan komitmen Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan untuk terus menghadirkan Pemasyarakatan yang PRIMA melalui penguatan kolaborasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pelayanan yang berorientasi pada kemanfaatan masyarakat.**

















