# Tingkatkan Kesiapsiagaan Petugas, Kanwil Ditjenpas Sulsel Gandeng Damkar Makassar Gelar Pelatihan Penanggulangan Kebakaran

 

LP HAM RI News, **Makassar, 2 November 2026** — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan terus memperkuat kompetensi dan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi potensi keadaan darurat melalui kegiatan Pengembangan Kompetensi (PK Bangkom) bertajuk *“Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran di Lingkungan Lapas dan Rutan”*. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dr. Sahardjo Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan, Senin (2/11), ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan petugas dalam mencegah serta menangani kebakaran secara tepat, cepat, dan aman.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan, **Mut Zaini**, serta dihadiri Kepala Bidang Pengamanan, Perawatan, dan Kepatuhan Internal, jajaran pegawai Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan, dan perwakilan petugas dari Lapas Kelas I Makassar serta Rutan Kelas I Makassar. Selain berlangsung secara langsung, kegiatan juga diikuti oleh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sulawesi Selatan melalui Zoom Meeting, sehingga penguatan kompetensi dapat menjangkau petugas di berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Mut Zaini menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya di lingkungan Lapas dan Rutan yang memiliki karakteristik pengamanan dan keselamatan tersendiri. Menurutnya, pemahaman mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran tidak cukup hanya sebatas teori, tetapi harus dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari.

**“Pengetahuan yang kita peroleh hari ini harus benar-benar dipahami dan dapat diterapkan, bukan sekadar menjadi teori. Setiap petugas perlu memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan mengambil tindakan awal yang tepat ketika menghadapi potensi kebakaran, karena keselamatan petugas, warga binaan, dan seluruh lingkungan kerja merupakan tanggung jawab bersama,”** ujar Mut Zaini.

Sementara itu, narasumber dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, **Andi Akbar Iksan, S.Sos., M.M.**, memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar terjadinya api dan kebakaran melalui konsep segitiga api yang terdiri atas bahan bakar, panas, dan oksigen. Ia juga memaparkan tiga metode dasar pemadaman, yakni penguraian dengan menjauhkan bahan bakar, pendinginan untuk menurunkan panas, serta isolasi dengan membatasi kontak antara bahan yang terbakar dan oksigen.

Selain itu, peserta dibekali pengetahuan mengenai klasifikasi kebakaran berdasarkan jenis bahan yang terbakar, mulai dari kebakaran kelas A, B, C, D, hingga K. Pemahaman tersebut menjadi dasar dalam menentukan metode dan media pemadaman yang sesuai. Narasumber turut memperkenalkan berbagai jenis media Alat Pemadam Api Ringan (APAR), di antaranya air, busa, *dry powder*, CO₂, dan *clean agent*, beserta fungsi dan penggunaannya dalam penanganan kebakaran tahap awal.

Menariknya, kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan **praktik langsung teknik pemadaman api menggunakan karung goni dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)**. Dalam sesi tersebut, narasumber memperagakan teknik pemadaman yang benar dan aman, sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba secara langsung dengan pendampingan. Praktik ini menjadi bagian penting dalam membangun keterampilan serta meningkatkan kepercayaan diri petugas ketika menghadapi potensi kebakaran.

Andi Akbar Iksan menekankan bahwa keberhasilan penanganan kebakaran pada tahap awal sangat dipengaruhi oleh pemahaman terhadap sumber api, ketepatan memilih media pemadam, serta kemampuan petugas dalam menggunakan peralatan yang tersedia.

**“Dalam menghadapi kebakaran, hal terpenting adalah memahami jenis api dan menentukan cara penanganan yang tepat. Penggunaan APAR maupun karung goni harus dilakukan dengan teknik yang benar dan tetap mengutamakan keselamatan. Melalui praktik langsung ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk melakukan penanganan awal ketika situasi memungkinkan,”** jelas Andi Akbar Iksan.

Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan juga mendorong seluruh UPT Pemasyarakatan untuk meningkatkan pengawasan terhadap potensi kebakaran serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana proteksi kebakaran, khususnya melalui pemeriksaan dan pemeliharaan APAR secara berkala. Koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran setempat juga menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kesiapsiagaan dan penanganan keadaan darurat di lingkungan Pemasyarakatan.

Kegiatan PK Bangkom ini sekaligus menjadi wujud komitmen Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan dalam membangun sumber daya manusia Pemasyarakatan yang profesional, responsif, dan tanggap terhadap potensi risiko keselamatan. Dengan penguatan pengetahuan serta keterampilan praktis yang diberikan, diharapkan seluruh petugas mampu menerapkan langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran secara optimal guna mewujudkan lingkungan Lapas dan Rutan yang aman, tertib, dan kondusif.

Berita Terkait