MASYARAKAT TUTAR MENGELUH AKSES JALAN RUSAK DAN TERISOLASI, DESAK PEMERINTAH HADIRKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

 

LP HAM RI News, Polman– Kepedulian terhadap kondisi masyarakat di wilayah terpencil kembali disuarakan. Kali ini, masyarakat Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menyampaikan harapan sekaligus permohonan kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat agar memberikan perhatian serius terhadap pembangunan akses jalan yang selama ini menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.

Atas nama masyarakat, permohonan tersebut disampaikan untuk kesekian kalinya. Warga berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih sangat memprihatinkan, khususnya akses penghubung menuju sejumlah desa di wilayah Kecamatan Tutar.

Masyarakat mengaku merasa dirugikan apabila kondisi akses jalan yang mereka hadapi selama ini tidak mendapatkan sentuhan pembangunan dari pemerintah. Sebab, jalan merupakan sarana utama yang sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan serta mobilitas masyarakat sehari-hari.

“Kami hanya berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi kami. Setidaknya, akses jalan di wilayah kami dapat dibangun agar bisa dilewati kendaraan roda dua atau sepeda motor dengan mudah dan aman,” ungkap perwakilan masyarakat.

Kondisi yang paling memprihatinkan dirasakan ketika ada warga yang jatuh sakit dan membutuhkan penanganan medis segera. Minimnya akses jalan yang layak membuat masyarakat harus berjuang menggotong pasien melewati medan yang sulit, bahkan hingga beberapa kilometer, sebelum bisa mendapatkan akses kendaraan menuju puskesmas maupun rumah sakit umum.

Situasi tersebut menjadi beban tersendiri bagi masyarakat, terutama ketika menghadapi keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan medis secepatnya. Perjalanan mengantar orang sakit harus melewati kawasan hutan dan medan ekstrem dengan perjuangan yang tidak mudah.

Masyarakat juga mengungkapkan bahwa dari berbagai penjuru akses jalan yang diharapkan dapat menjadi jalur penghubung, hingga kini belum tersedia akses yang benar-benar layak dan dapat dilalui secara normal.

“Kami terkadang merasa putus asa melihat kondisi ini. Kalau ada orang sakit, kami harus menggotongnya melewati hutan dan jalan yang sulit. Kami berharap pemerintah bisa memahami penderitaan masyarakat Kecamatan Tutar,” lanjutnya.

Melalui pemberitaan ini, masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, serta pemerintah pusat dapat turun langsung melihat kondisi di lapangan dan melakukan peninjauan terhadap sejumlah akses jalan yang membutuhkan pembangunan maupun peningkatan infrastruktur.

Warga tidak menuntut pembangunan yang harus langsung sempurna, tetapi setidaknya ada perhatian dan langkah nyata secara bertahap agar akses jalan dapat dilalui kendaraan roda dua dengan aman, sehingga masyarakat tidak lagi terisolasi dari pelayanan dasar.

Pembangunan jalan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan, pendidikan, perekonomian, dan kehidupan yang lebih layak.

Mari peduli masyarakat. Jangan biarkan warga di pelosok terus berjuang sendiri menghadapi keterbatasan akses infrastruktur.

Kini masyarakat Kecamatan Tutar menaruh harapan kepada pemerintah agar aspirasi tersebut dapat didengar dan ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang nyata, demi membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Pewarta : Edy

Berita Terkait