LP HAM RI News, JENEPONTO, SULSEL – Kasat Binmas Polres Jeneponto AKP M. Natsir, S.Sos., mewakili Kapolres Jeneponto AKBP Haryo Basuki, S.I.K., M.H., menjadi pemateri soft skill dalam Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas Dana APBN Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh UPTD BLK Jeneponto, Jumat (30/10) pukul 09.00 WITA.
Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jeneponto dan diikuti oleh puluhan peserta pelatihan vokasi. Acara diawali dengan sambutan Kepala UPTD BLK Jeneponto, Adriana M, S.Pd., M.M.
Dalam sambutannya, Adriana menyampaikan apresiasi atas dukungan Polres Jeneponto dalam memberikan pembekalan soft skill kepada para peserta pelatihan vokasi sebagai upaya bersama dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Jeneponto.
Selanjutnya, AKP M. Natsir membawakan materi soft skill dengan menekankan pentingnya etos kerja, kedisiplinan, kesadaran hukum, dan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi yang disampaikan.
“Pelatihan vokasi ini adalah langkah positif untuk mengurangi angka pengangguran. Kami dari Polres Jeneponto sangat mendukung. Tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga memastikan peserta pelatihan vokasi punya kesadaran hukum, disiplin, dan etos kerja yang tinggi serta semangat untuk maju di dunia kerja,” ujar Kasat Binmas di hadapan peserta.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergitas antara Polri dan masyarakat, khususnya peserta pelatihan vokasi, untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif sebagai modal dasar dalam bekerja dan berusaha.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Polisi Peduli Pengangguran” Polres Jeneponto sebagai bentuk dukungan Polri kepada pemerintah daerah dalam menciptakan tenaga kerja yang terampil dan berdaya saing.
Diharapkan, para peserta pelatihan vokasi dapat menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan lingkungan serta mampu mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

















