WAISAI, RAJA AMPAT — Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Audie S. Latuheru, S.I.K., M.Han., memberikan himbauan dan penekanan kepada seluruh personel Polres Raja Ampat agar dalam menjalankan tugas tidak hanya mengandalkan kewenangan dan seragam, tetapi benar-benar hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kapolda dalam agenda kunjungan kerja sekaligus tatap muka bersama jajaran dan personel Polres Raja Ampat.
Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Menurutnya, seorang anggota Polri harus mampu menghargai masyarakat, mendengar persoalan yang dihadapi warga, membangun komunikasi, serta berupaya mencari solusi terhadap setiap permasalahan.
Kapolda juga mengingatkan agar setiap anggota Polri memiliki hati dan kepedulian dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
“Jangan cuma berseragam, tetapi tidak memberikan manfaat kepada masyarakat,” demikian salah satu penekanan Kapolda kepada personel Polres Raja Ampat.
Menurut Kapolda, seragam dan jabatan bukan sekadar simbol atau kebanggaan, melainkan sebuah amanah yang harus dibuktikan melalui pengabdian dan pelayanan nyata kepada masyarakat.
Selain mengedepankan sikap humanis, Kapolda juga meminta jajarannya untuk tetap memiliki ketegasan dalam membela dan menegakkan kebenaran. Sikap tegas, menurutnya, harus berjalan seiring dengan kemampuan berkomunikasi dan memahami persoalan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda turut membagikan pengalaman pribadinya ketika masih berpangkat Bripka. Pengalaman itu disampaikan sebagai contoh kepada seluruh anggota bahwa untuk berbuat baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat tidak harus menunggu memiliki pangkat tinggi atau jabatan tertentu.
Menurutnya, sejak masih menjadi anggota berpangkat rendah, seorang polisi sudah harus memiliki semangat pengabdian, kepedulian dan keberanian untuk membantu masyarakat.
Kapolda berharap seluruh personel Polres Raja Ampat dapat menjadikan tugas kepolisian sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Kehadiran anggota Polri, lanjutnya, harus mampu memberikan rasa aman, rasa keadilan serta menjadi bagian dari solusi ketika masyarakat menghadapi persoalan.
Dengan komunikasi yang baik, kepedulian serta ketegasan dalam menegakkan kebenaran, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri terus terjaga.
Kapolda menegaskan, seorang anggota Polri harus memiliki hati untuk masyarakat.
Sebab, seragam yang dikenakan bukan hanya menunjukkan identitas sebagai aparat, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
















