[t4b-ticker]

Wujudkan 15 Program Aksi Kemenimipas, Lapas Makassar Buka Kolaborasi Pembelajaran Pengelolaan Sampah Organik

 

LP HAM RI News, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang terbuka terhadap kolaborasi dan pembelajaran lintas sektor. Hal ini ditandai dengan penerimaan kunjungan studi tiru dari Tim Pengelolaan Lingkungan PT Bio Inti Agrindo (PT BIA) Papua bersama fasilitator dari Klikhijau.com, yang dilaksanakan pada Kamis (30/4).

Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan studi lapangan (field trip) yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman terkait sinergi antara korporasi dan filantropi dalam isu lingkungan, khususnya di Kota Makassar. Rombongan yang hadir terdiri dari tiga orang perwakilan PT BIA dan enam orang fasilitator Klikhijau, yang secara langsung melihat praktik pengelolaan lingkungan di dalam Lapas.

Kegiatan dipusatkan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Makassar, yang menjadi salah satu lokasi unggulan dalam program pembinaan kemandirian warga binaan. Di lokasi ini, rombongan berkesempatan meninjau langsung pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot, yang menjadi solusi inovatif dalam mengurangi limbah sekaligus memiliki nilai ekonomis.

Selanjutnya, rombongan juga mengunjungi Dapur Sehat Lapas Kelas I Makassar untuk melihat pengelolaan bahan pangan serta pemanfaatan hasil pengolahan secara berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pemberdayaan, kemandirian, dan keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam aspek pemberdayaan warga binaan, ketahanan pangan, serta penguatan kolaborasi dengan pihak eksternal (stakeholder engagement). Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden dalam penguatan sumber daya manusia dan pembangunan berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring dan berbagi praktik baik.

“Kami sangat terbuka terhadap kunjungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus pembelajaran bersama, khususnya dalam pengelolaan lingkungan yang produktif dan berkelanjutan di dalam Lapas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program-program yang dijalankan di Lapas Makassar diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pihak lain.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Lapas bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga dapat menjadi pusat inovasi dan edukasi, termasuk dalam pengelolaan sampah organik dan pemberdayaan berbasis lingkungan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Makassar kembali menegaskan posisinya sebagai institusi yang adaptif, terbuka, dan kolaboratif dalam mendukung pembelajaran serta pengembangan program yang berdampak positif. Diharapkan, sinergi yang terjalin dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Berita Terkait