LP HAM RI News, TUTAR — Semangat gotong royong dan keteguhan adat masyarakat di wilayah Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, ternyata belum diimbangi dengan pemerataan infrastruktur yang memadai.
Warga di tiga desa, yakni Desa Besoangin Induk, Desa Besoangin Barat, dan Desa Ratte, mengaku merasa belum sepenuhnya merdeka akibat keterisolasian jalur transportasi.Swadaya Pembangunan Masjid Sabilal MuhtadinDalam wawancara eksklusif bersama media, Burhanuddin selaku Kepala Desa Besoangin Induk menunjukkan komitmen tinggi dalam mengayomi warganya.
Ia memimpin langsung aksi gotong royong perbaikan Masjid Sabilal Muhtadin di Dusun Melalla.Saat ditanya mengenai langkah konkret pembangunan sarana ibadah tersebut,baik melalui dana pribadi maupun penyerapan aspirasi desa,Kades Besoangin Barat turut memberikan penegasan serupa.
“Dalam pembangunan masjid, jangan ada yang diragukan. Berapa pun nilainya, asalkan kita mampu, ini adalah kepentingan umum yang tidak perlu dihitung-hitung untung ruginya,” tegasnya.
Kondisi sosiokultural di Besoangin Barat sebenarnya sangat potensial. Di saat panen raya tiba, pemandangan hamparan sawah yang memukau memberikan ketenangan mental bagi warga.Tradisi ini juga dikawal erat oleh lembaga adat yang sangat terawat dan bermartabat.
Salah satu anggota LPHAM RI yang turun ke lapangan mengakui keindahan tersebut mampu meningkatkan kepercayaan diri masyarakat di tengah berbagai kesulitan.Jeritan Infrastruktur: Akses Jalan 4 Arah Lumpuh TotalKendati memiliki kekayaan adat dan pertanian yang melimpah, Kepala Desa Tibung mengungkapkan satu kendala besar yang hingga kini menjadi tembok pembatas kesejahteraan mereka.
Akses jalan dari empat arah menuju wilayah tersebut sama sekali tidak layak dilewati:Jalur Pamengoan: Poros yang mengarah ke Pallapalang, Kabupaten Majene.Jalur Kalameteng: Akses yang berangkat dari Payingkul, Kabupaten Polman.Jalur Puppu Urung: Jalur yang bertolak dari wilayah Tinambung.Jalur Tabbung: Akses jalan yang dimulai dari Tammeroddo Sendana.Keempat jalur di atas merupakan urat nadi perekonomian, namun kondisinya saat ini rusak parah dan tidak mendukung mobilitas kendaraan warga.
Harapan Kepada Pemerintah Melalui laporan investigasi ini, perwakilan masyarakat dan perangkat desa berharap pemerintah pusat maupun daerah (Kabupaten Polman, Kabupaten Majene, dan Provinsi Sulawesi Barat) segera membuka mata.
Masyarakat di desa-desa pelosok Tutar mendesak adanya pembangunan jalan yang layak agar mereka bisa merasakan arti kemerdekaan yang sesungguhnya melalui aksesibilitas fasilitas kesehatan, pendidikan, dan ekonomi yang setara.
Pewarta : Edy


















