LP HAM RI News, Raja Ampat, Papua Barat Daya – Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Bupati Raja Ampat pada Minggu (17/8/2025) pagi, saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar. Upacara dimulai tepat pukul 09.00 WIT di bawah terik matahari, namun semangat kebangsaan masyarakat tidak surut, justru semakin menguatkan tekad untuk menghormati jasa para pahlawan dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.
Momen istimewa ini ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang merupakan putra-putri terbaik dari berbagai kepulauan di Raja Ampat. Mereka adalah generasi muda pilihan yang mendapat kehormatan mengemban tugas mulia, tidak hanya mengibarkan sang saka, tetapi juga membawa nama baik daerah serta kebanggaan bagi seluruh masyarakat Raja Ampat.
Adapun tim pengibar bendera terdiri dari:
- Nobertina Sawiyai, siswi SMA Negeri 14 Raja Ampat asal Kampung Yembuba, sebagai pembawa bendera.
- Ahmad Rizky, siswa SMA Negeri 1 Raja Ampat, sebagai penggerak bendera.
- Agus Kusmar Sosir, siswa SMA Negeri 11 Raja Ampat, sebagai penggerak bendera.
- Pinoqyo Perdana Wauyai, siswa SMK YPK Bukit Zaitun, sebagai penggerak bendera.
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam, S.IP., MM., M.Ec.Dev, didampingi Wakil Bupati Drs. Mansyur Syahdan, M.Si, serta dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Kapolres, TNI, Kodim, Brimob, Polair, beserta seluruh perangkat pemerintahan daerah.
Dalam amanatnya, Bupati Orideko I. Burdam menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam pelayanan publik yang lebih baik, cepat, dan merata. Pada kesempatan itu, ia secara resmi menghimbau masyarakat mengenai beroperasinya layanan darurat 112 yang siap siaga 24 jam. Layanan ini akan terkoneksi langsung dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Kepolisian, dan instansi lainnya.
“Cukup dengan satu nomor darurat, masyarakat dapat memperoleh bantuan cepat dalam situasi kritis seperti kebakaran, kecelakaan, kondisi medis darurat, maupun bencana. Ini adalah wujud nyata semangat kemerdekaan: menghadirkan pelayanan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat, termasuk wisatawan dan warga di pelosok kepulauan Raja Ampat,” tegas Bupati Orideko.
Upacara bendera di Raja Ampat tahun ini tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk membangun Indonesia yang lebih tangguh, modern, dan inklusif.
Pewarta : Andi Sofyan

















