LP HAM RI News, TAKALAR — Polres Takalar memperkuat kesiapsiagaan personel untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk meningkatnya aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan pada pekan ketiga Oktober 2026.
Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Siaga Kamtibmas yang dipimpin Kapolres Takalar AKBP Ginanjar Fitriadi, S.H., S.I.K., M.H., di lapangan apel Polres Takalar, Jalan H. Manjarungi Nomor 1, Kabupaten Takalar, Senin (19/10/2026), sekitar pukul 08.15 Wita.
Apel ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel, sarana pendukung, serta langkah antisipasi dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif di tengah aktivitas masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti Kabag Ops Kompol H. Abdul Halim, S.Sos., M.Si., Kabag Ren Kompol Sudirman, S.H., M.M., Kabag Log Kompol Zeim Arman, S.E., M.M., Kabag SDM AKP H. Totok Rohyadi, para kasat dan perwira Polres Takalar, serta personel Polres dan polsek jajaran.
Dalam amanatnya, Kapolres Takalar menegaskan bahwa apel siaga yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk memastikan kesiapan personel secara menyeluruh dalam menghadapi dinamika keamanan di wilayah hukum Polres Takalar.
Menurut dia, pemeliharaan kamtibmas membutuhkan kehadiran Polri yang responsif sekaligus dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, mitra kamtibmas, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Kapolres juga menekankan bahwa kehadiran polisi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.
Ia menginstruksikan seluruh personel agar meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap potensi gangguan keamanan. Deteksi dan pencegahan dini, kata dia, perlu dilakukan untuk mengantisipasi ancaman sekecil apa pun sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, personel diminta mengedepankan pendekatan humanis, menjaga komunikasi dengan masyarakat, serta memberikan edukasi yang dapat mendorong terciptanya situasi kondusif. Namun, terhadap pelaku kejahatan yang mengancam keamanan warga, polisi diminta bertindak tegas sesuai prosedur operasional standar dan ketentuan perundang-undangan.
Kapolres turut mengingatkan pentingnya koordinasi lintas sektoral agar langkah pengamanan berjalan efektif dan terukur. Selain profesionalisme, kesehatan dan keselamatan personel juga harus menjadi perhatian selama menjalankan tugas.
Apel siaga tersebut memiliki sejumlah sasaran, antara lain mengantisipasi potensi peningkatan aksi unjuk rasa, mencegah gangguan kamtibmas, memperkuat koordinasi antarsatuan kerja dan pemangku kepentingan, serta mengidentifikasi dan menangani potensi ancaman yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
Melalui kesiapsiagaan tersebut, Polres Takalar berupaya memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman, sekaligus menjaga agar setiap dinamika di wilayah hukum setempat dapat ditangani secara cepat, profesional, dan proporsional.
Kesiapan personel dan kuatnya koordinasi diharapkan menjadi modal penting bagi Polres Takalar dalam menjaga stabilitas keamanan, sehingga situasi kamtibmas tetap kondusif dan kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Asw-19

















