[t4b-ticker]

Patroli Biru Satlantas Polres Takalar Perkuat Pengawasan Malam, Antisipasi Pelanggaran dan Kecelakaan

 

LP HAM RI News, TAKALAR – Malam yang mulai lengang di sejumlah ruas jalan utama Kabupaten Takalar tidak lantas membuat pengawasan aparat kepolisian berkurang.

Justru pada jam-jam tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Takalar meningkatkan intensitas patroli melalui kegiatan Blue Light Patrol sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas.

Patroli yang berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026, mulai pukul 20.00 Wita itu dipimpin personel piket Turjawali Satlantas, yakni AIPDA Kamaluddin, SH dan AIPDA Muh. Yusuf, SE.

Dengan menyalakan lampu rotator biru sebagai penanda kehadiran polisi, keduanya menyisir sejumlah ruas jalan strategis, mulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Fitrah Takalar hingga Jalan Ince Husain di Kecamatan Pattallassang.

Tidak sekadar berkeliling, personel juga menempatkan diri di sejumlah titik yang dinilai rawan pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan. Pengendara yang kedapatan melanggar diberikan teguran maupun tindakan sesuai ketentuan, disertai edukasi agar lebih disiplin dalam berkendara.

Di saat yang sama, petugas turut mengatur arus kendaraan guna memastikan lalu lintas tetap lancar dan aktivitas masyarakat pada malam hari berlangsung tanpa hambatan.

Kehadiran patroli ini menjadi bagian dari strategi preventif Satlantas Polres Takalar untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus mempersempit ruang terjadinya pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Melalui patroli yang dilakukan secara rutin, polisi berharap masyarakat semakin menyadari bahwa keselamatan di jalan dimulai dari kepatuhan terhadap aturan.

Kasat Lantas Polres Takalar AKP Mulyadi, S.Sos., M.H. mengatakan, patroli malam merupakan salah satu bentuk kehadiran nyata Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, aktivitas pengawasan di lapangan akan terus ditingkatkan, terutama pada jam-jam yang memiliki potensi terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.

Ia menegaskan, pendekatan yang dilakukan Satlantas tidak semata berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi agar tumbuh kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

“Kami ingin membangun budaya berkendara yang aman dan berkeselamatan. Karena itu, kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas, saling menghormati sesama pengguna jalan, dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” ujar AKP Mulyadi, S.Sos., M.H.

Asw-19

Berita Terkait