LP HAM RI News, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pemasyarakatan yang humanis dan berdampak langsung bagi masyarakat. Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Makassar memberikan bantuan berupa gerobak usaha kepada keluarga warga binaan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi dan kemandirian keluarga.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, kepada perwakilan keluarga warga binaan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa perhatian Lapas tidak hanya terfokus pada proses pembinaan di dalam, tetapi juga menjangkau keluarga warga binaan yang turut merasakan dampak dari proses pemasyarakatan.
Bantuan gerobak usaha ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memulai atau mengembangkan usaha kecil, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga warga binaan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi keluarga, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap proses reintegrasi sosial warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
Kegiatan ini juga sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya pelayanan yang inklusif, pemberdayaan, serta kepedulian sosial sebagai bagian dari transformasi pemasyarakatan yang lebih baik.
Dalam keterangannya, Kepala Lapas Kelas I Makassar menegaskan bahwa pemasyarakatan harus hadir memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi keluarga mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Lapas tidak hanya dirasakan oleh warga binaan, tetapi juga oleh keluarga mereka. Bantuan gerobak usaha ini adalah bentuk kepedulian kami untuk mendorong kemandirian ekonomi, sehingga keluarga tetap kuat dan mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ungkap Sutarno.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa dukungan terhadap keluarga warga binaan merupakan bagian penting dalam menciptakan proses pembinaan yang berkelanjutan.
“Keluarga memiliki peran besar dalam proses perubahan warga binaan. Ketika keluarga kuat secara ekonomi dan sosial, maka proses reintegrasi akan berjalan lebih baik. Inilah yang terus kami dorong melalui berbagai program pembinaan dan kepedulian sosial,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Makassar kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membawa harapan, kepedulian, dan solusi bagi masyarakat. Momentum Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 pun menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian harus terus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat luas.
















