LP HAM RI News, Kepedulian terhadap masyarakat tidak mengenal waktu maupun tempat. Hal itu ditunjukkan Kasidokkes Polresta Gowa IPTU dr. Anniza Rukmanasari Kemal, S.Ked., yang secara spontan memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan lalu lintas saat dalam perjalanan dari Parangloe menuju Polresta Gowa, Selasa (6/10/2026).
Saat melintas di wilayah Samata, Kabupaten Gowa, IPTU dr. Anniza bersama anggota Sidokkes mendapati kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang warga.
Tanpa ragu, ia bersama personel langsung menghentikan perjalanan dan turun memberikan pertolongan pertama kepada korban. Dengan kompetensi medis yang dimiliki, korban mendapatkan penanganan berupa perawatan luka sebelum mendapat penanganan lebih lanjut.
Tindakan spontan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa pengabdian personel Polri tidak semata-mata dilakukan ketika mengenakan seragam dan berada dalam pelaksanaan tugas kedinasan. Ketika melihat masyarakat membutuhkan pertolongan, rasa kemanusiaan menjadi dorongan untuk segera hadir dan membantu.
Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. H. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA., mengapresiasi respons cepat dan kepedulian Kasidokkes bersama personel yang langsung memberikan pertolongan kepada korban.
“Ini merupakan wujud nyata nilai kemanusiaan dalam pengabdian Polri. Ketika melihat masyarakat membutuhkan pertolongan, jangan menunggu, tetapi segera hadir dan berikan bantuan sesuai kemampuan kita,” tegas Kapolresta Gowa.
Menurutnya, setiap personel Polri harus memiliki kepekaan terhadap kondisi di sekitarnya. Sikap peduli dan cepat membantu masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Polisi bukan hanya hadir ketika ada laporan atau saat sedang melaksanakan tugas. Di mana pun kita berada, ketika kemanusiaan memanggil dan masyarakat membutuhkan pertolongan, kita harus hadir,” ujarnya.
Sementara itu, IPTU dr. Anniza mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kepedulian dan kehati-hatian saat berada di jalan raya.
“Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari saling peduli, saling membantu dan mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” tuturnya.
Aksi sederhana tersebut menjadi pesan bahwa kepedulian tidak selalu membutuhkan tindakan besar. Terkadang, berhenti sejenak untuk menolong seseorang yang sedang membutuhkan justru menjadi bentuk pengabdian yang paling nyata.
Karena menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi tentang hadir ketika sesama membutuhkan.

















