[t4b-ticker]

Karhutla Melanda Batanta, Pulau Dayang dan Puper, Pemkab Raja Ampat Siagakan 200 Personel

LP HAM RI News, WAISAI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya, di antaranya Batanta, Pulau Dayang dan Kampung Puper.

Informasi mengenai kebakaran tersebut diterima Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dari sejumlah masyarakat yang terdampak. Menyikapi kondisi itu, pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan melakukan koordinasi bersama aparat dan tim penanganan di lapangan.

Wakil Bupati Raja Ampat, Drs. Mansyur Syahdan, M.Si., saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan sekitar pukul 12.00 WIT, Rabu (2/9/2026), mengatakan kondisi geografis Raja Ampat menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan kebakaran.

Menurutnya, sejumlah lokasi berada di wilayah kepulauan dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Karena itu, pemerintah tidak ingin menunggu terlalu lama dan segera menyiapkan langkah mobilisasi menuju lokasi terdampak.

“Karena beberapa lokasi berada di pulau dan jaraknya cukup jauh, kita harus mengambil langkah cepat. Kita juga melakukan komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat,” ujar Mansyur.

Untuk mendukung penanganan, sekitar 200 personel Batalion 863 disiagakan. Personel tersebut akan dibagi untuk membantu penanganan di sejumlah lokasi, termasuk Kampung Puper, Batanta dan Pulau Dayang.

Selain Batalion 863, penanganan juga melibatkan Polres Raja Ampat beserta jajaran Polsek di wilayah kepulauan, serta Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Tim SAR.

Pemerintah daerah turut menyiapkan sarana transportasi laut untuk mendukung mobilisasi personel dan peralatan menuju lokasi kebakaran. Salah satu sarana transportasi yang disiapkan memiliki panjang sekitar 15 meter.

Mansyur menjelaskan, penanganan di sejumlah titik juga dilakukan secara manual dengan melibatkan masyarakat setempat. Hal tersebut dilakukan karena beberapa lokasi kebakaran berada di sekitar areal kampung dan wilayah kepulauan.

“Kita lakukan komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat. Karena kondisi di lapangan, sebagian penanganan dilakukan secara manual,” jelasnya.

Menurutnya, kerja sama masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah api meluas. Pemerintah daerah bersama aparat dan tim terkait akan terus melakukan pemantauan serta penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Mansyur menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dan mempercepat mobilisasi personel serta sarana pendukung untuk menangani kebakaran yang terjadi di wilayah kepulauan Raja Ampat.

Pemerintah berharap kebakaran di Batanta, Pulau Dayang dan Kampung Puper dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas dan mengganggu keselamatan masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Pewarta : Andi Sofyan

Berita Terkait