[t4b-ticker]

Lapas Makassar Perkuat Sinergi Pembinaan Melalui Benchmarking Bersama BNN Baddoka

 

LP HAM RI News, Makassar, 9 Juli 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar menerima kunjungan dari Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka dalam rangka kegiatan *Benchmarking Vokasional* Program *Treatment Unggulan Edukasi dan Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkotika Kelompok Anak Berbasis Lingkungan (TUNAS)*, Kamis (9/7). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, didampingi jajaran pejabat struktural.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Nomor B/274/VII/BL/RH/2026/BDK tanggal 7 Juli 2026 perihal Permohonan Kunjungan. Sesuai surat tersebut, kunjungan dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan *Benchmarking Vokasional* untuk memperoleh referensi, berbagi pengalaman, serta memperkuat implementasi Program TUNAS sebagai program unggulan dalam edukasi dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika berbasis lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Lapas Kelas I Makassar memaparkan profil satuan kerja, pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, serta berbagai program pembinaan yang menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan. Setelah sesi pemaparan, rombongan Balai Rehabilitasi BNN Baddoka diajak meninjau secara langsung pelaksanaan program pembinaan di lingkungan Lapas Kelas I Makassar. Rombongan melihat berbagai kegiatan pembinaan kepribadian yang meliputi pembinaan mental, spiritual, pembentukan karakter, serta pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara. Selain itu, rombongan juga menyaksikan secara langsung program pembinaan kemandirian melalui berbagai kegiatan kerja produktif yang diikuti warga binaan sebagai bekal keterampilan dan kesiapan untuk kembali ke tengah masyarakat.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Garmen Lapas Kelas I Makassar, di mana rombongan melihat secara langsung proses produksi yang dikerjakan oleh warga binaan sebagai implementasi pembinaan berbasis keterampilan dan pemberdayaan. Selanjutnya, rombongan mengunjungi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Makassar untuk meninjau berbagai program pembinaan produktif di bidang pertanian, peternakan, dan kegiatan usaha lainnya. Peninjauan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai komitmen Lapas Kelas I Makassar dalam menyelenggarakan pembinaan yang komprehensif, terarah, dan berkelanjutan guna membentuk warga binaan yang berkarakter, terampil, mandiri, serta siap kembali berintegrasi dengan masyarakat.

Selain menjadi ajang berbagi praktik baik, kunjungan ini juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi dan bertukar pengalaman mengenai strategi pembinaan, rehabilitasi, serta pengembangan program vokasional yang efektif dalam mendukung proses pemulihan penyalahguna narkotika. Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara Lapas Kelas I Makassar dan Balai Rehabilitasi BNN Baddoka dalam menciptakan program pembinaan dan rehabilitasi yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Balai Rehabilitasi BNN Baddoka sebagai bentuk penguatan sinergi antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

> “Kami menyambut baik kunjungan benchmarking dari Balai Rehabilitasi BNN Baddoka. Kegiatan ini menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan rehabilitasi. Kami berharap sinergi yang terjalin dapat terus berlanjut melalui berbagai program bersama yang memberikan manfaat nyata, baik bagi peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan maupun bagi keberhasilan proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan,” ujar Gumilar Budirahayu.

Melalui kunjungan ini, Lapas Kelas I Makassar kembali menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai instansi sebagai bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat pembinaan warga binaan, mendukung upaya rehabilitasi penyalahgunaan narkotika, serta mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, humanis, dan berdampak bagi masyarakat. Sinergi yang terjalin diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan rehabilitasi, sehingga warga binaan memiliki karakter yang baik, keterampilan yang memadai, serta kemandirian sebagai bekal untuk kembali menjadi pribadi yang produktif di tengah masyarakat.

Berita Terkait