[t4b-ticker]

Puskesmas Supnin Dipalang, Dinkes Raja Ampat Siapkan Koordinasi dan Klarifikasi

 

LP HAM RI News, RAJA AMPAT — Aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Supnin, Kampung Duber, Distrik Supnin, Kabupaten Raja Ampat, menjadi perhatian setelah masyarakat melakukan pemalangan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.

Persoalan pemalangan disebut berkaitan dengan pembangunan fasilitas Puskesmas yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat kini menyiapkan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat, dr. Engelbert Wader, saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Sabtu (12/9/2026), mengatakan pihaknya telah mengetahui persoalan yang terjadi di Puskesmas Supnin.

Menurut Engelbert, persoalan tersebut perlu ditangani melalui koordinasi bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pihak-pihak yang sebelumnya terlibat dalam proses pembangunan fasilitas tersebut.

Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas Puskesmas yang baru pada 2023 memiliki kaitan dengan bangunan Puskesmas sebelumnya yang dibangun pada 2019.

Dalam proses pembangunan awal, kata Engelbert, terdapat kontraktor yang disebut juga mengerjakan pembangunan Puskesmas lama pada 2019 di lokasi tersebut.

“Waktu pertama kali mau dibangun, kontraktor yang membangun itu sama dengan kontraktor yang bangun Puskesmas yang lama.”

Engelbert menyebut persoalan yang sebelumnya pernah dibicarakan dan disebut telah disepakati sebelum pembangunan kini kembali muncul.

Karena itu, menurutnya, diperlukan klarifikasi bersama agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kita akan koordinasi dengan Kepala Distrik yang baru dan juga Kepala Distrik yang lama,” ujarnya.

Selain berkoordinasi dengan kepala distrik yang lama maupun yang baru, Dinas Kesehatan juga akan melibatkan kepala kampung serta pihak-pihak terkait lainnya.

Persoalan tersebut, lanjut Engelbert, juga akan disampaikan kepada Bupati Raja Ampat untuk mendapatkan arahan serta langkah penyelesaian yang tepat.

Pelayanan Kesehatan Jangan Sampai Terhenti
Di tengah persoalan tersebut, Dinas Kesehatan Raja Ampat menaruh perhatian terhadap keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kampung Duber dan Distrik Supnin.

Pemalangan fasilitas kesehatan dikhawatirkan dapat berdampak terhadap akses masyarakat mendapatkan pelayanan medis apabila berlangsung tanpa penyelesaian.

Karena itu, Dinas Kesehatan berharap masyarakat dapat memahami bahwa Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan publik yang keberadaannya berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah distrik, pemerintah kampung, aparat keamanan, masyarakat, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan pembangunan dinilai penting agar persoalan dapat diselesaikan secara baik dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Pembangunan Perlu Diklarifikasi
Di sisi lain, persoalan pembangunan fasilitas Puskesmas Supnin juga perlu ditelusuri secara terbuka.

Hal tersebut mencakup proses pembangunan, kontraktor pelaksana, kondisi bangunan lama dan bangunan baru, sumber anggaran, serta kesepakatan yang sebelumnya disebut telah dibuat.

Dengan demikian, persoalan tidak hanya berhenti pada pemalangan fasilitas, tetapi dapat diketahui secara jelas akar masalah dan duduk perkara yang sebenarnya.

Hingga kini, penyelesaian persoalan Puskesmas Supnin di Kampung Duber, Distrik Supnin, Kabupaten Raja Ampat, masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut antara masyarakat, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Dinas Kesehatan, pemerintah distrik, pemerintah kampung, serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pembangunan fasilitas tersebut.

 

Pewarta : Andi Sofyan

Berita Terkait