LP HAM RI News, Jeneponto — Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jeneponto, SAFRI, S.Pd., M.Pd., M.H., yang akrab disapa Daeng Ngerho, kembali memenuhi amanah masyarakat dengan membawakan nasehat ceramah takziah dalam rangka memperingati 10 hari wafatnya Almarhum Riang Bin Haeruddin di Lingkungan Agang Je’ne, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Jum’at 29/5/2026
Almarhum Riang Bin Haeruddin meninggal dunia pada usia 20 tahun. Kegiatan takziah berlangsung penuh khidmat dan haru, dihadiri oleh Kepala Lingkungan setempat H. Basri Dg Bani, imam lingkungan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat yang hadir memberikan doa dan dukungan moril kepada keluarga almarhum.
Dalam nasehat ceramahnya, SAFRI Daeng Ngerho mengajak masyarakat untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta menjadikan setiap musibah dan kematian sebagai pengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara.
“Setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah SWT. Maka dari itu, mari kita memperbanyak amal ibadah, menjaga silaturahmi, dan saling menguatkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar SAFRI Daeng Ngerho di hadapan jamaah takziah.
Pada kesempatan tersebut, SAFRI Daeng Ngerho juga mengaitkan hikmah takziah dengan momentum menyambut Hari Raya Idul Adha. Ia mengajak masyarakat meneladani nilai pengorbanan, keikhlasan, kepedulian sosial, serta mempererat persaudaraan antar sesama umat Islam sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
“Momentum Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan. Semoga Almarhum Riang Bin Haeruddin mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan menjadi momentum mempererat persaudaraan serta kebersamaan masyarakat Lingkungan Agang Je’ne dalam suasana menyambut Hari Raya Idul Adha.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan doa bersama, kegiatan takziah ini juga menunjukkan kuatnya nilai gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat Jeneponto dalam menghadapi musibah dan duka cita.
















