LP HAM RI News, Makassar – Upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian diwilayah Sulawesi Selatan terus dilakukan melalui sinergi Kodam XIV/Hasanuddin dengan Kementerian Pertanian. Hal tersebut ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Kontrak Optimasi Lahan Rawa (Opslah) TA 2026 dengan Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar, yang dilakukan oleh Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko bersama Kepala BPLIP Kelas I Makassar Dr. Rustan Massinai, S.T.P., M.Sc., bertempat di Ruang Puskodalops Makodam, Jl. Urip Sumoharjo, Kota Makassar. Selasa, (22/9/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah kolaboratif untuk mengoptimalkan potensi lahan rawa guna meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Pangdam menyampaikan apresiasi atas kepercayaan kementerian yang kembali melibatkan TNI dalam program yang berpihak kepada masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan Opslah harus dilakukan secara profesional dengan mengedepankan prinsip tepat mutu, tepat waktu, tepat sasaran dan akuntabel, termasuk dalam pengelolaan anggaran. “Ini program yang penting, luar biasa dan berpihak kepada rakyat. Hari-hari kita melakukan sumpah terhadap salah satu butir 8 Wajib TNI, yakni ikut mengatasi kesulitan rakyat di sekitarnya. Kita sangat berterima kasih ada kementerian yang selalu menggandeng kita dalam program-program pro rakyat,” ujarnya. Pangdam menegaskan, keterlibatan TNI dalam program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPLIP Kelas I Makassar Dr. Rustan Massinai, S.T.P., M.Sc., menyampaikan terima kasih atas sinergi yang terjalin dengan Kodam XIV/Hsn dalam mendukung pelaksanaan program Opslah. Ia menjelaskan, kegiatan optimasi lahan rawa tersebut akan dilaksanakan di enam kabupaten di wilayah Sulawesi Selatan dengan target penyelesaian pekerjaan sekitar 80 hari. “Mudah-mudahan tidak ada permasalahan dan tinggal kita kerjakan serta berguna untuk masyarakat,” ungkapnya. Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak berharap optimasi lahan rawa dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap produktivitas pertanian sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan.
















