[t4b-ticker]

PKKMB FAI UIT 2026, Safri Daeng Ngerho Dorong Mahasiswa Baru Bangun Karakter, Kompetensi dan Jejaring untuk Masa Depan

 

LP HAM RI News, MAKASSAR — Fakultas Agama Islam Universitas Indonesia Timur (FAI UIT) Makassar menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) sebagai bagian dari proses awal mahasiswa mengenal lingkungan akademik, budaya kampus dan kehidupan kemahasiswaan.

Kegiatan tersebut berlangsung Kamis, 17 September 2026, dan dibuka oleh Dekan FAI UIT, Dr. Nurmadiah, S.Ag., M.Pd., serta dihadiri jajaran pimpinan dan civitas akademika FAI UIT.

Turut hadir Hubaenah, S.Ag., MM., selaku Ketua Program Studi FAI UIT, Dr. Kasman, S.Pdi., M.Pd., Maryam, SE., MM., dan Mukti Ali Jari, S.Ag., MM., bersama panitia PKKMB, unsur organisasi kemahasiswaan serta mahasiswa baru FAI UIT.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah “Sharing Session With Alumni” dengan tema “Dari Mahasiswa Menjadi Alumni: Membangun Karakter, Kompetensi, Relasi, dan Masa Depan”, yang menghadirkan Safri, S.Pd., M.Pd., MH Daeng Ngerho, Ketua IKA FAI UIT Makassar, sebagai pemateri.

Di hadapan mahasiswa baru, Safri menekankan bahwa memasuki perguruan tinggi bukan sekadar langkah untuk memperoleh gelar akademik, tetapi merupakan proses membangun kualitas diri dan mempersiapkan masa depan.

«“Kampus bukan hanya tempat untuk mendapatkan ijazah. Kampus adalah tempat membangun ilmu, karakter, kompetensi, pengalaman, kepemimpinan dan relasi,” ujar Safri.»

Menurut Safri, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah secara maksimal karena waktu selama menjadi mahasiswa akan berlalu dengan cepat. Karena itu, mahasiswa didorong tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga berani mengambil pengalaman melalui organisasi, kegiatan sosial, seminar, diskusi dan berbagai aktivitas positif lainnya.

Empat Modal Mahasiswa Menuju Masa Depan

Dalam sesi sharing tersebut, Safri memperkenalkan empat modal penting yang perlu dibangun mahasiswa sejak awal, yaitu ilmu, karakter, relasi dan kompetensi.

Pertama, ilmu. Mahasiswa harus memiliki budaya membaca dan rasa ingin tahu. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya diperoleh dari dosen dan ruang kelas, tetapi juga dari buku, jurnal, seminar, organisasi, masyarakat dan pengalaman.

Kedua, karakter. Sebagai mahasiswa Fakultas Agama Islam, nilai akhlak dan integritas menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi.

«“Ilmu harus berjalan bersama akhlak. Kejujuran, disiplin, tanggung jawab dan sopan santun harus dibangun sejak menjadi mahasiswa,” katanya.»

Ketiga, relasi. Safri mendorong mahasiswa membangun hubungan positif dengan teman, dosen, alumni dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa membangun relasi bukan sekadar memperbanyak kenalan, tetapi membangun kepercayaan dan reputasi yang baik.

Keempat, kompetensi. Mahasiswa juga perlu membekali diri dengan kemampuan yang dibutuhkan di tengah perkembangan zaman, antara lain komunikasi, menulis, teknologi digital, kepemimpinan, bahasa, kerja sama dan kemampuan memecahkan masalah.

Dorong Mahasiswa Berani Bermimpi

Safri juga mengajak mahasiswa baru untuk berani memiliki cita-cita besar dan tidak meremehkan posisi mereka sebagai mahasiswa.

Menurutnya, lulusan FAI UIT memiliki ruang pengabdian yang luas, baik di bidang pendidikan, kewirausahaan, pemerintahan, akademik, organisasi sosial maupun berbagai bidang profesional lainnya.

«“Jangan pernah mengatakan, ‘Saya hanya mahasiswa.’ Kalian adalah generasi yang sedang dipersiapkan untuk mengambil peran di masa depan,” ungkapnya.»

Ia menambahkan bahwa persiapan tidak boleh dilakukan ketika kesempatan sudah datang.

«“Jangan tunggu sukses baru belajar. Belajarlah sekarang agar ketika kesempatan datang, kalian sudah siap,” pesannya.»

Mahasiswa Diminta Bijak Bermedia Sosial

Perkembangan teknologi digital juga menjadi perhatian Safri. Ia mengingatkan mahasiswa agar menjadikan media sosial sebagai ruang untuk belajar, berkarya, membangun jaringan dan menyebarkan informasi yang positif.

Mahasiswa juga diminta memahami pentingnya menjaga rekam jejak digital.

«“Sebelum mengunggah sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri: apakah ini benar, apakah ini bermanfaat, apakah ini pantas, dan apakah saya siap mempertanggungjawabkannya?” kata Safri.»

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik pribadi, keluarga dan almamater ketika berada di ruang publik maupun media sosial.

Perkuat Hubungan Mahasiswa dan Alumni

Sebagai Ketua IKA FAI UIT Makassar, Safri menilai keberadaan alumni memiliki peran penting dalam membangun jembatan antara pengalaman akademik dan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Ia berharap hubungan mahasiswa dengan alumni dapat terus dikembangkan melalui komunikasi, kegiatan bersama, berbagi pengalaman dan penguatan jaringan.

«“Mahasiswa hari ini adalah alumni masa depan. Alumni hari ini adalah sahabat dan rumah bagi mahasiswa. Karena itu, hubungan mahasiswa dan alumni harus terus kita jaga,” tuturnya.»

Kesuksesan Tidak Hanya Diukur dari Pencapaian Pribadi

Menutup sesi sharing, Safri mengajak mahasiswa baru merefleksikan kembali makna kesuksesan.

Ia memberikan pertanyaan kepada mahasiswa:

«“Siapa di sini yang ingin menjadi orang sukses?”»

Setelah mahasiswa menjawab, ia melanjutkan dengan pertanyaan reflektif:

«“Kalau ingin sukses, jangan hanya bertanya: apa yang akan saya dapatkan dari kampus? Tetapi mulai bertanya: apa yang bisa saya berikan kepada kampus, keluarga dan masyarakat?”»

Menurut Safri, perjalanan mahasiswa pada akhirnya bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi bagaimana ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi lingkungan.

Ia pun mengajak mahasiswa baru FAI UIT menjadikan masa kuliah sebagai momentum untuk membangun pribadi yang:
“Berilmu, Berakhlak, Berintegritas dan Bermanfaat.”

Berita Terkait