[t4b-ticker]

*PKN II LAN Dalami Kepemimpinan Strategis di Tengah Bencana Aceh Tamiang*

 

LP HAM RI News, Aceh Tamiang – Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II LAN yang diselenggarakan oleh Pusjar Aceh melaksanakan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan strategis dengan mengunjungi wilayah yang terdampak bencana sekaligus melihat secara langsung proses penanganan dan pemulihan masyarakat.

Salah satu peserta PKN, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Muhammad Ali, bersama peserta lainnya turut terlibat dalam rangkaian kegiatan yang diawali dengan diskusi bersama Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Diskusi tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta untuk memahami secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana, mulai dari pengambilan kebijakan, pemanfaatan sumber daya yang tersedia, hingga pengelolaan anggaran agar dapat memberikan manfaat yang tepat bagi masyarakat terdampak.

Selain diskusi, para peserta juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat Desa Suka Jadi dan Desa Lubuk Sidup, khususnya dalam rangka mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Muhammad Ali menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan banyak pelajaran penting dalam membentuk perspektif seorang pemimpin strategis. Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa seorang pemimpin dituntut mampu mengambil kebijakan secara cepat, tepat, dan tetap mempertimbangkan keberlanjutan serta kepentingan masyarakat.

“Kunjungan ini memberikan banyak pelajaran bagi kami sebagai pemimpin strategis, khususnya bagaimana mengambil kebijakan yang tepat dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia serta memastikan pengelolaan anggaran bencana dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Muhammad Ali.

Ia menambahkan, pengalaman melihat langsung kondisi masyarakat terdampak bencana menjadi pembelajaran berharga bahwa kepemimpinan tidak hanya berbicara mengenai kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga mengenai kepekaan terhadap persoalan masyarakat, keberanian mengambil keputusan, serta memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat nyata.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyambut baik pelaksanaan Visitasi Kepemimpinan Nasional tersebut. Ia mengapresiasi perhatian dan kepedulian para peserta yang tidak hanya datang untuk memperoleh pembelajaran, tetapi juga turut memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui bantuan sosial.

Menurut Armia Pahmi, kehadiran peserta VKN menjadi momentum positif untuk memperkuat pertukaran pengalaman antara pemerintah daerah dengan para pemimpin dari berbagai instansi. Dialog yang berlangsung diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam menghadapi tantangan pembangunan dan penanganan bencana.

“Kami mengapresiasi kunjungan dan kepedulian para peserta VKN ke Aceh Tamiang. Kehadiran ini bukan hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana,” demikian apresiasi Bupati Aceh Tamiang.

Armia Pahmi juga menilai bahwa dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses air bersih, merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi warga di wilayah terdampak.

Kegiatan Visitasi Kepemimpinan Nasional di Aceh Tamiang menjadi gambaran nyata bahwa proses pembelajaran kepemimpinan dapat dilakukan melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan pemerintah daerah. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan peserta dalam merumuskan kebijakan yang adaptif, responsif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Bagi Muhammad Ali, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk diterapkan dalam pelaksanaan tugasnya di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, khususnya dalam memperkuat tata kelola organisasi, pengelolaan sumber daya, serta pengambilan keputusan yang berorientasi pada pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.

Berita Terkait