LP HAM RI News, Takalar — Upaya membangun generasi muda yang tangguh terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika terus diperkuat jajaran Polsek Polongbangkeng Utara (Polut). Rabu, 15 Juli 2026, sekitar pukul 09.10 WITA, Bhabinkamtibmas Kelurahan Panrannuangku, Bripka Tanain, bersama Kanit Binmas Aiptu Ramli, S.H., dan Babinsa Kelurahan Panrannuangku Pelda Mansyur, menggelar penyuluhan bahaya narkoba kepada para pelajar di MTs Manongkoki, Lingkungan Solonga, Kelurahan Panrannuangku, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti ratusan siswa dan siswi yang tengah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Turut hadir Kepala MTs Manongkoki, Elvasusanti, S.Pd., M.Pd., yang memberikan dukungan penuh terhadap edukasi sebagai langkah preventif dalam melindungi peserta didik dari pengaruh negatif narkoba.
Dalam penyuluhan tersebut, para pelajar dibekali pemahaman mengenai berbagai jenis narkotika, dampak buruk penyalahgunaannya terhadap kesehatan fisik dan mental, ancaman rusaknya masa depan, hingga konsekuensi hukum yang dapat menjerat pengguna maupun pelaku peredaran gelap narkoba. Materi disampaikan secara komunikatif agar mudah dipahami dan mampu menumbuhkan kesadaran para siswa sejak usia dini.
Tak hanya memberikan edukasi, petugas juga mengajak seluruh peserta didik untuk berani mengatakan tidak terhadap narkoba, menghindari pergaulan bebas yang berpotensi menjerumuskan, serta segera melapor kepada guru, orang tua, atau pihak kepolisian apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
Para siswa juga diimbau agar terus meningkatkan disiplin belajar, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, serta memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan positif. Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, kondusif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kapolsek Polongbangkeng Utara IPTU Muh. Faisal Akbar menegaskan bahwa penyuluhan di lingkungan sekolah merupakan bagian dari strategi pencegahan yang terus digencarkan Polri untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkoba.
Menurutnya, pendidikan menjadi ruang yang sangat strategis dalam menanamkan pemahaman dan karakter antinarkoba sejak dini agar para pelajar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam memerangi narkoba. Dibutuhkan sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak kita. Kami berharap para pelajar menjadi agen perubahan yang mampu menjaga diri, mengajak teman-temannya menjauhi narkoba, serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di sekitarnya,” ujar IPTU Muh. Faisal Akbar.
Asw-19
















