LP HAM RI News, TAKALAR – Di tengah hiruk pikuk persiapan tahun ajaran baru, seorang bocah berusia tujuh tahun di Dusun Maccini Ayo, Desa Kampung Beru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, nyaris memasuki sekolah tanpa perlengkapan yang memadai.
Kehilangan ibunya tiga tahun yang lalu, almarhumah Karmila Dg Baji, dan ditinggalkan sang ayah yang hingga kini tak diketahui keberadaannya, membuat Hairil Alfarensyah harus menjalani masa kecil di bawah asuhan tantenya, Marwah Dg Singara’. Keterbatasan ekonomi keluarga asuh menjadi tantangan tersendiri untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya.
Kisah itu mengetuk hati AIPDA Muhammad Talli, Bhabinkamtibmas Polsek Galsel jajaran Polres Takalar. Saat melaksanakan kunjungan kerja pada Rabu, 8 Juli 2026, sekitar pukul 09.00 Wita, ia memilih tidak sekadar menyampaikan pesan keamanan kepada warga.
Dengan uang pribadinya, ia mengajak Hairil berbelanja perlengkapan sekolah. Seragam SD baru, sepatu, tas, hingga alat tulis dibelikan langsung agar bocah itu dapat menyambut hari pertama sekolah dengan rasa percaya diri yang sama seperti anak-anak lainnya.
Bagi Bhabinkamtibmas, tindakan itu bukanlah sebuah seremoni bantuan, melainkan bentuk kehadiran negara melalui sosok polisi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi warga, kepedulian sederhana sering kali menjadi penguat bagi mereka yang sedang berjuang mempertahankan harapan.
Usai menyerahkan bantuan, AIPDA Muhammad Talli juga berdialog dengan keluarga asuh Hairil. Ia mengajak mereka untuk terus memperhatikan pendidikan dan tumbuh kembang anak, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan melalui partisipasi aktif seluruh warga.
Menurutnya, lingkungan yang aman dan keluarga yang peduli merupakan fondasi utama bagi masa depan seorang anak.
“Anak-anak seperti Hairil tidak boleh kehilangan kesempatan hanya karena keadaan hidup yang mereka alami. Saya berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga asuhnya dan menjadi penyemangat bagi Hairil untuk terus belajar. Sebagai Bhabinkamtibmas, saya ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir bukan hanya ketika ada persoalan hukum, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan uluran tangan dan perhatian,” ujar AIPDA Muhammad Talli.
Sementara itu, Kapolsek Galesong Selatan, AKP Ahmad Koembara, SH, MH, saat dikonfirmasi awak media mengatakan apa yang dilakukan anggotanya merupakan cerminan tugas kepolisian yang tidak berhenti pada penegakan hukum.
Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui empati dan aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi warga, terutama kelompok yang paling rentan.
“Polri memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang tulus. Ketika seorang anggota mampu hadir dan membantu seorang anak yatim mendapatkan haknya untuk bersekolah dengan layak, di situlah nilai pengabdian benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Ahmad Koembara.
Ia berharap kepedulian seperti itu terus tumbuh di lingkungan kepolisian maupun masyarakat luas.
“Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Karena itu, anak-anak yang berada dalam kondisi sulit tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri mampu menjadi bagian dari solusi, memperkuat semangat gotong royong, dan menjaga optimisme mereka untuk meraih cita-cita,” tuturnya.
Asw-19
















