LP HAM RI News, TAKALAR – Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup 2026 resmi bergulir di Aula Polres Takalar, Jalan Ashar Daeng Mangung, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Sabtu (27/6/2026). Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 itu menghadirkan 20 tim terbaik dari berbagai wilayah di Kabupaten Takalar untuk memperebutkan gelar juara sekaligus tiket menuju kompetisi Kapolda Cup.
Pembukaan turnamen dilakukan Wakapolres Takalar, Kompol Alauddin Torki, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Takalar. Hadir pula Ketua Cabang Olahraga (Cabor) E-Sport Kabupaten Takalar, Kemal Firdaus, bersama sejumlah pejabat utama Polres Takalar, di antaranya Kasat Reskrim Iptu Haryanto dan Kasat Narkoba AKP Asrullah.
Dalam sambutan Kapolres Takalar yang dibacakannya, Kompol Alauddin Torki menegaskan bahwa turnamen tersebut tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan bermain gim. Menurutnya, kompetisi itu merupakan bagian dari upaya Polri membangun kedekatan dengan masyarakat, terutama generasi muda yang kini tumbuh bersama perkembangan teknologi dan industri kreatif.
“Game ini bukan sekadar bermain game, melainkan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Polri ingin lebih dekat dan menyatu dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, pelaku kreatif, dan komunitas e-sport,” ujarnya.
Ia menilai perkembangan e-sport telah melampaui stigma sebagai sekadar hiburan. Kini, e-sport berkembang menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan pada berbagai kejuaraan tingkat daerah hingga nasional, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet profesional.
“E-sport telah bertransformasi menjadi industri yang luar biasa, wadah berprestasi, dan cabang olahraga resmi yang dipertandingkan pada tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.
Kompol Alauddin Torki juga mengapresiasi keterlibatan Ketua Cabor E-Sport Kabupaten Takalar, Kemal Firdaus, yang dinilai aktif mengawal pelaksanaan turnamen. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti keseriusan seluruh pihak dalam membangun ekosistem e-sport yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Takalar.
Kepada para peserta, ia berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas sepanjang kompetisi. Selain kemampuan mekanik permainan dan strategi, kerja sama tim dinilai menjadi faktor penting dalam meraih kemenangan.
“Menang adalah bonus, tetapi menjaga sportivitas dan mendapatkan sahabat baru adalah prestasi yang sesungguhnya,” pesannya.
Ia juga mengingatkan seluruh wasit, juri, dan panitia untuk menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan demi menjaga integritas pertandingan.
Sementara itu, Ketua Cabor E-Sport Kabupaten Takalar, Kemal Firdaus, menyebut turnamen tersebut sebagai momentum penting dalam menjaring bibit-bibit atlet potensial dari daerah. Ia mengapresiasi inisiatif Polres Takalar yang memberikan ruang kompetitif bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya melalui kegiatan positif.
“Kami mengapresiasi Polres Takalar yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakatnya melalui kompetisi yang positif. Semoga dari turnamen ini lahir atlet-atlet e-sport Takalar yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya.
Menurut Kemal, kompetisi semacam ini tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan solidaritas antarkomunitas e-sport di Kabupaten Takalar.
Panitia pelaksana, Aqram, menjelaskan turnamen berlangsung selama dua hari, 27 hingga 28 Juni 2026. Babak final dijadwalkan berlangsung pada Minggu (28/6/2026).
Kompetisi mempertandingkan kategori usia 16 hingga 22 tahun dengan sistem single elimination atau gugur dan format best of three (Bo3). Selain trofi, sertifikat, dan jersey, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp3,5 juta. Tim yang berhasil menjadi juara akan memperoleh kehormatan mewakili Polres Takalar pada ajang Kapolda Cup, sekaligus membawa nama daerah bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Asw-19
















