Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat desak polda sulsel untuk lakukan tindakan tegas terhadap kasat narkoba jeneponto yang diduga telah melakukan transaksi gelap atas kasus narkoba

 

LP HAM RI News, Makassar_Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat kembali melakukan aksi unjuk rasa pada rabu 28 Mei 2025. Aksi ini sebagai bentuk pengawalan terkait kasus dugaan transaksi gelap atau 86 yang melibatkan oknum kepolisian polres Jeneponto atas kasus Narkoba jenis Sabu

Berdasarkan dari hasil keterangan saksi yang juga bagian dari keluarga bandar dan pemakai narkoba yg di amankan di polres jeneponto kami menduga kuat adanya perlakuan suap menyuap atau transaksi gelap (86) yg dilakukan oleh oknum kepolisian polres jeneponto sebagai syarat pembebasan bagi para pelaku yg terlibat dalam kasus ini. Kami menganggap perlakuan yg dilakukan oleh oknum kepolisian polres jeneponto sudah mencederai citra dari pada institusi kepolisian.

Lebih lanjut Menanggapi klarifikasi yg dilakukan oleh kasat narkoba polres jeneponto yang mengatakan para pelaku sudah di rekomendasikan untuk dilakukan rehabilitasi ke BNN. Kami menganggap bahwa pernyataan yang di sampaikan sudah menyalahi aturan atau cacat secara prosedural pasalnya Rehabilitasi narkotika ditentukan oleh keputusan hakim yang akan memutuskan tersangka akan menjalani hukuman penjara atau kurungan akan mendapatkan pembinaan maupun pengobatan dalam Lembaga Pemasyarakatan sebagaimana yg tertuang dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika

Atas dasar itu kami meminta kepada Kabid Propam Polda Sul-Sel untuk segera menindak lanjuti atau melakukan pemeriksaan terhadap kasat Narkoba Polres Jeneponto bersama dengan anggotanya terkait dari kasus dugaan adanya transaksi gelap antar bandar narkoba, pemakai dengan oknum kepolisian polres jeneponto

Lebih lanjut pihak polda sulsel menyatakan kasus ini sudah dalam proses penyelidikan oleh propam polda sulsel saya berharap teman-teman dari gerakan mahasiswa peduli rakyat memberikan kami waktu untuk melakukan proses penyelidikan.

Terakhir ryan taufik selaku jenderal lapangan mempertegas bahwa apabila apa yg menjadi tuntutan kami hari ini tidak menemukan titik terang maka yakin dan percaya kami akan melakukan aksi jilid 2 dengan gelombang massa yang lebih besar

Tinggalkan komentar